Keempat unsur tersebut, menurutnya, harus saling menopang agar seseorang memiliki kepribadian yang kuat.
“Pondasi diri bukan tentang kita menjadi sempurna, tetapi menjadi pribadi yang kokoh dan kuat, tahan banting dan tidak mudah tumbang.”
Kepemimpinan Harus Berakar pada Iman
Dalam kesempatan yang sama, Romo Yonatas turut memperkenalkan visi dan misi Gereja Katolik Keuskupan Atambua, khususnya berkaitan dengan pendidikan iman dan kesejahteraan keluarga.
Ia juga menyampaikan semangat Keuskupan Atambua melalui slogan “Cerdas, Sejahtera, Sinodal.”
Menurutnya, nilai tersebut memiliki relevansi kuat dengan pembentukan generasi muda. Kecerdasan harus berjalan seiring dengan iman, karakter, tanggung jawab dan kepedulian sosial.
Seorang pemimpin, katanya, bukan hanya orang yang mampu memberikan perintah, tetapi terlebih dahulu harus mampu menjadi teladan dan pelayan bagi orang lain.
Pesan tersebut sejalan dengan tujuan pelaksanaan LKTD SMA Negeri Halioan, yakni mempersiapkan generasi muda yang mampu menjadi pemimpin di lingkungan sekolah, baik dalam organisasi OSIS maupun berbagai kegiatan ekstrakurikuler.














