Namun hanya setengah jam setelah korban tiba di kampung, pelaku bersama rekannya, Tejo, datang mengambil motor kecil Beat tersebut dengan alasan milik Tejo. Sejak saat itu, motor besar korban tak pernah kembali. Hingga kini, lebih dari seminggu berlalu, keberadaan motor itu masih misterius.
Investigasi lapangan mengungkap fakta baru. Menurut informasi dari seorang sopir rental di Malaka, Om Lenggo, pelaku sempat menumpang ke Kupang pada Jumat siang (26/9/2025) dan menginap di sebuah kos. Esok harinya, ia diantar ke Bandara El Tari Kupang dan dilaporkan terbang ke Jakarta dengan maskapai Batik Air. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa motor hasil penggelapan mungkin masih disembunyikan di sekitar Malaka, sambil menunggu waktu yang tepat untuk diselundupkan ke Timor Leste melalui jalur tikus di Motamasin.
Korban bahkan mendesak aparat kepolisian serta petugas perbatasan untuk memperketat pengawasan. “Isu jalur tikus itu nyata. Kalau motor saya sampai lolos ke Timor Leste, saya bukan hanya kehilangan motor, tapi juga dihantui cicilan kredit yang masih berjalan,” tegasnya.














