Example floating
Example floating
Opini

Penggelapan Motor di Malaka: Antara Kepercayaan yang Dikhianati dan Longgarnya Pengawasan Perbatasan

Avatar photo
×

Penggelapan Motor di Malaka: Antara Kepercayaan yang Dikhianati dan Longgarnya Pengawasan Perbatasan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Alfons |  Editor: Redaksi
penggelapan-motor-di-malaka-antara-kepercayaan-yang-dikhianati-dan-longgarnya-pengawasan-perbatasan
Penggelapan Motor di Malaka: Antara Kepercayaan yang Dikhianati dan Longgarnya Pengawasan Perbatasan

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Namun hanya setengah jam setelah korban tiba di kampung, pelaku bersama rekannya, Tejo, datang mengambil motor kecil Beat tersebut dengan alasan milik Tejo. Sejak saat itu, motor besar korban tak pernah kembali. Hingga kini, lebih dari seminggu berlalu, keberadaan motor itu masih misterius.

Baca Juga :  Penjilat, Kutu Loncat, dan Demam Kekuasaan yang Tak Kunjung Sembuh

Investigasi lapangan mengungkap fakta baru. Menurut informasi dari seorang sopir rental di Malaka, Om Lenggo, pelaku sempat menumpang ke Kupang pada Jumat siang (26/9/2025) dan menginap di sebuah kos. Esok harinya, ia diantar ke Bandara El Tari Kupang dan dilaporkan terbang ke Jakarta dengan maskapai Batik Air. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa motor hasil penggelapan mungkin masih disembunyikan di sekitar Malaka, sambil menunggu waktu yang tepat untuk diselundupkan ke Timor Leste melalui jalur tikus di Motamasin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Korban bahkan mendesak aparat kepolisian serta petugas perbatasan untuk memperketat pengawasan. “Isu jalur tikus itu nyata. Kalau motor saya sampai lolos ke Timor Leste, saya bukan hanya kehilangan motor, tapi juga dihantui cicilan kredit yang masih berjalan,” tegasnya.

Example floating