Opini

Ketika Bantuan Negara Dijadikan Alat Pungutan

Reporter: AB |  Editor: Redaksi
ketika-bantuan-negara-dijadikan-alat-pungutan
Ketika Bantuan Negara Dijadikan Alat Pungutan

Namun, penegakan hukum saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah membangun kembali etika pelayanan publik. Bantuan negara harus dipahami sebagai amanah, bukan kesempatan. Setiap pejabat, pendamping, atau pihak yang terlibat dalam program publik perlu menyadari bahwa di balik setiap bantuan ada harapan, ada masa depan, dan ada kehidupan yang bergantung padanya.

Petani di desa-desa Kupang tidak menuntut kemewahan. Mereka hanya ingin bekerja dengan tenang, menanam dengan keyakinan, dan memanen dengan rasa adil. Jika bantuan justru menjadi sumber ketakutan dan kecurigaan, maka negara sedang kehilangan maknanya di mata rakyat kecil.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Pada akhirnya, suara yang muncul dari kegelisahan ini adalah pengingat. Bahwa pembangunan bukan sekadar angka dan laporan, melainkan tentang rasa keadilan yang dirasakan hingga ke akar rumput. Bantuan negara harus kembali ke khitahnya: hadir tanpa syarat tersembunyi, menguatkan tanpa melukai, dan menyejahterakan tanpa memeras.

Exit mobile version