Di Balik Perayaan Hari Kartini, Perempuan dan Anak di Malaka Masih Rentan Kekerasan
Oleh: Yanuarius Bere Helo
Sekretaris SMSI Malaka
Malaka, Reformanews.com — Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai momentum mengenang perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan—tentang kesetaraan, pendidikan, dan kebebasan untuk hidup bermartabat.
Di berbagai tempat, perayaan digelar dengan penuh semangat. Anak-anak mengenakan kebaya, lomba-lomba diadakan, seminar diselenggarakan, dan media sosial dipenuhi ucapan selamat. Namun di balik gegap gempita tersebut, realitas pahit masih membayangi kehidupan banyak perempuan, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Kabupaten Malaka.
Ironisnya, di saat semangat emansipasi terus digaungkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi ancaman nyata. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual, pemerkosaan, eksploitasi anak perempuan, hingga kekerasan psikologis terus terjadi dan menghantui kehidupan sehari-hari.
