Example floating
Example floating
Opini

Demokrasi di Bawah Algoritma: Ketika Pemilu Dikuasai Medan Digital

Avatar photo
×

Demokrasi di Bawah Algoritma: Ketika Pemilu Dikuasai Medan Digital

Sebarkan artikel ini
demokrasi-di-bawah-algoritma-ketika-pemilu-dikuasai-medan-digital
Fransiskus X Meo

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Pemilu di era media sosial tidak lagi sederhana karena negara belum berani mengakui bahwa demokrasi elektoral kini berlangsung di ruang digital. Selama media sosial diperlakukan semata sebagai urusan teknologi dan ekonomi, bukan sebagai ruang publik politik, pemilu akan terus berlangsung dalam ketimpangan struktural.

Baca Juga :  Panen Perdana, Tekad Pertama: Membaca Arah Kepemimpinan Baru Kabupaten Kupang

Jika negara serius menjaga pemilu yang jujur dan adil, maka keberanian mengatur ruang digital adalah keniscayaan, bukan pilihan. Tanpa itu, pemilu akan terus sah secara hukum, tetapi rapuh secara legitimasi. Dan pada titik ini, demokrasi tidak runtuh oleh pelanggaran prosedur, melainkan oleh pembiaran kebijakan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Pada akhirnya, pemilu bukan semata mekanisme kekuasaan, melainkan perwujudan kedaulatan rakyat sebagaimana diperintahkan konstitusi. Ketika ruang digital—yang kini menjadi medan utama pembentukan kehendak politik—dibiarkan tanpa tata kelola yang adil dan bertanggung jawab, negara sesungguhnya sedang menjauh dari mandat konstitusionalnya sendiri.

Baca Juga :  Sepakbola Malaka yang Bertumbuh: Ketika Kebijakan Tepat Menyentuh Anak Muda

Demokrasi mungkin tetap berlangsung secara prosedural, tetapi tanpa kehadiran negara yang berpihak pada etika dan rasionalitas publik, pemilu berisiko kehilangan ruhnya sebagai sarana menghadirkan kehendak rakyat yang merdeka dan berdaulat.

Example floating