Kekecewaan masyarakat Raimanuk adalah api yang sedang disulut oleh ketidakpedulian. Mereka merasa diperalat: diminta menyerahkan tanah saat butuh, namun diabaikan saat gedung sudah berdiri teguh.
Kita tidak butuh monumen kesunyian. Jika Polsek Raimanuk memang tidak lagi dianggap strategis di lokasi tersebut, bicaralah.
Jangan biarkan rakyat menunggu dalam kegelapan informasi, seolah mereka hanyalah objek yang bisa dibuang setelah kepentingannya tercapai.
Keadilan agraria bukan sekadar jargon di meja seminar. Ia adalah realitas yang harus dirasakan oleh keluarga Deni Manek dan masyarakat Oekofu.
Tanah dalam perspektif orang NTT bukan sekadar properti, ia adalah identitas dan sumber kehidupan.
Jangan sampai persepsi publik terhadap kepolisian luntur hanya karena urusan manajemen aset yang buruk.
Gedung kosong itu kini menjadi simbol jarak antara polisi dan masyarakat; sebuah jarak yang makin lebar seiring waktu yang terbuang.
Masyarakat memberikan tanah karena mereka percaya pada janji perlindungan. Ketika gedung itu dibiarkan mati, kepercayaan itu ikut terkubur di bawah fondasinya.
