Example floating
Example floating
Opini

Mahasiswa Apatis di Bawah Bayang Kapitalisme Kampus: Intelektual yang Kehilangan Arah

Avatar photo
×

Mahasiswa Apatis di Bawah Bayang Kapitalisme Kampus: Intelektual yang Kehilangan Arah

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Mahasiswa Apatis di Bawah Bayang Kapitalisme Kampus: Intelektual yang Kehilangan Arah
Mahasiswa Apatis di Bawah Bayang Kapitalisme Kampus: Intelektual yang Kehilangan Arah

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Mahasiswa Apatis di Bawah Bayang Kapitalisme Kampus: Intelektual yang Kehilangan Arah

 

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Oleh: Yan Nabu

 

BELU, RFC —Mahasiswa hari ini sedang hidup dalam sebuah paradoks besar yang jarang disadari, tetapi dampaknya nyata. Mereka masih disebut sebagai agent of change, penjaga moral bangsa, dan pewaris sejarah panjang perlawanan.

Baca Juga :  Pesan Keras Bupati SBS Saat Pelantikan Pejabat Eselon IIb: Jabatan Amanah, Bukan Kekuasaan

Namun dalam praktiknya, banyak dari mereka justru menjelma menjadi kelas apatis baru—aktif secara akademik, tetapi mati dalam kesadaran sosial dan politik.

Kita melihat mahasiswa yang sibuk dari pagi hingga malam. Mereka mengejar nilai, mengerjakan tugas, menyusun laporan, mengikuti seminar, hingga berburu sertifikat.

Baca Juga :  Polemik Gaji Nakes P3K Rp300 Ribu di Alor, Teguh Takalapeta: Cermin Rapuhnya Fiskal Daerah

Di atas kertas, mereka tampak produktif, disiplin, dan kompeten. Namun jika ditanya tentang ketimpangan sosial, eksploitasi sumber daya, atau ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka, banyak yang memilih diam—atau lebih parah, tidak peduli.

Baca Juga :  Tiga Deker Rusak di Desa Lotas, Akses Vital TTS–Malaka Terganggu, Warga Desak Tindakan Nyata Pemerintah

Fenomena ini bukan kebetulan. Ia adalah hasil dari sebuah sistem yang bekerja secara halus namun sistematis: kapitalisme kampus.

Example floating