Mahasiswa Apatis di Bawah Bayang Kapitalisme Kampus: Intelektual yang Kehilangan Arah
Oleh: Yan Nabu
BELU, RFC —Mahasiswa hari ini sedang hidup dalam sebuah paradoks besar yang jarang disadari, tetapi dampaknya nyata. Mereka masih disebut sebagai agent of change, penjaga moral bangsa, dan pewaris sejarah panjang perlawanan.
Namun dalam praktiknya, banyak dari mereka justru menjelma menjadi kelas apatis baru—aktif secara akademik, tetapi mati dalam kesadaran sosial dan politik.
Kita melihat mahasiswa yang sibuk dari pagi hingga malam. Mereka mengejar nilai, mengerjakan tugas, menyusun laporan, mengikuti seminar, hingga berburu sertifikat.
Di atas kertas, mereka tampak produktif, disiplin, dan kompeten. Namun jika ditanya tentang ketimpangan sosial, eksploitasi sumber daya, atau ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka, banyak yang memilih diam—atau lebih parah, tidak peduli.
Fenomena ini bukan kebetulan. Ia adalah hasil dari sebuah sistem yang bekerja secara halus namun sistematis: kapitalisme kampus.














