Di tengah modernisasi dan tekanan ekonomi yang terus berkembang, masyarakat Nagari Sitapa berharap tanah ulayat tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup sebagai sumber kehidupan, identitas budaya, dan ruang keberlanjutan bagi generasi berikutnya.
Bagi mereka, menjaga tanah ulayat berarti menjaga akar kehidupan nagari itu sendiri. Sebab ketika tanah adat hilang, bukan hanya lahan yang lenyap, tetapi juga sejarah, jati diri, dan masa depan anak cucu yang ikut terancam.
