Dengan gestur lembut, Presiden Prabowo menenangkan para pengungsi yang menangis.
“Sabar ya, sabar. Pemerintah akan bekerja secepat mungkin,” ucap Presiden sembari menepuk bahu mereka dengan empati.
Usai berdialog dengan warga, Presiden bergerak ke dapur umum yang menjadi pusat distribusi pangan. Ia memastikan proses memasak, stok logistik, dan pendistribusian makanan berjalan lancar. Presiden juga sempat berbincang dengan para relawan yang berjaga di dapur umum, menanyakan kebutuhan tambahan yang diperlukan.
Kehangatan tersendiri muncul ketika Kepala Negara ikut mencicipi menu makan siang para pengungsi berupa nasi dan ikan tongkol, memastikan sendiri bahwa makanan yang disediakan layak dan cukup.
Kehadiran Presiden Prabowo di tengah para pengungsi menjadi semangat baru bagi warga yang tengah menghadapi keterbatasan dan ketidakpastian. Banyak warga menyampaikan rasa syukur karena perhatian pemerintah hadir secara langsung, bukan hanya melalui laporan.
Pemerintah memastikan bahwa bantuan tambahan, baik berupa logistik, kesehatan, maupun kebutuhan dasar lainnya, akan terus dikirimkan. Selain itu, proses pemulihan dan rehabilitasi akan dipercepat agar seluruh pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman dan layak.














