Kupang, ReformaNews.com — Gangguan pasokan Pertalite yang memicu antrean di sejumlah SPBU di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat sorotan dari aktivis pemuda, mahasiswa, dan penggiat sosial asal Sumba Timur, Sandiang Kaya Ndapa Namung.
Sandiang mendesak Pemerintah Provinsi NTT segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia juga meminta aparat penegak hukum dan instansi berwenang mengaudit alokasi kuota serta distribusi BBM bersubsidi guna memastikan penyalurannya sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, persoalan ini tidak cukup dijawab dengan alasan keterlambatan pasokan. Pemerintah dan pihak terkait harus memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi stok, jalur distribusi, serta langkah yang dilakukan untuk memulihkan pasokan.
“Pemerintah Provinsi NTT tidak boleh hanya menunggu dan memberikan penjelasan ketika masyarakat sudah kesulitan mendapatkan BBM. Harus ada tindakan konkret dan pengawasan serius agar masyarakat memperoleh kepastian pelayanan,” tegas Sandiang.














