Berawal dari Gagasan Anak Muda
Kegiatan “Malaka di Ujung Merah-Putih” pertama kali digagas pada 2020 oleh Putra Niron, Pisto Bere, Verry Klau, Deni Klau, Darius, Fex Bere, William Lubis, Gonsa Bria dan sejumlah anak muda Malaka.
Gagasan tersebut lahir dari keresahan sekaligus keinginan untuk menghadirkan sebuah ruang ekspresi kebangsaan yang dekat dengan masyarakat, sederhana, terbuka dan dapat dinikmati semua kalangan.
Sejumlah pegiat muda yang turut menjadi bagian dari perjalanan kegiatan ini antara lain ElTari (Tongkrongan Ltari/Sasoka), Cinta Suri (Sasoka), Esy Luruk (AMI Malaka), Roby Klau (Rai Malaka Channel/Respek), Nando Seran (Petani Milenial), Nando Nahak (Rai Malaka Channel), Vigi Bere (AMI Malaka/Sasoka), Ony Berimau (HATY Collection), Rio Kera (Sasoka), Lius (Sasoka), Ivan Seran (Mossa), Odi Nine (Mossa), Ahmed (Mossa), Rayan Bria (Mossa) dan Sandra (Mossa).
Dari tangan dan gagasan generasi muda inilah semangat tersebut terus dirawat agar kemerdekaan tidak hanya dikenang dalam buku sejarah, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.














