Ia mengajak seluruh kader untuk membangun kerja sama yang erat dengan Puskesmas sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan efektif, cepat, dan tepat sasaran.
Menurut Ferdy Maan, evaluasi harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mengukur tingkat pencapaian target pelayanan, sekaligus menyusun strategi yang lebih baik demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Malaka, Remigius Bria, menyampaikan sejumlah perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan kader Posyandu melalui Alokasi Dana Desa (ADD).
Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa dapat menambah insentif kader sebesar Rp50 ribu melalui ADD sehingga honor yang sebelumnya Rp250 ribu dapat ditingkatkan sesuai kemampuan keuangan desa. Perhatian serupa juga diberikan kepada tenaga kesehatan desa dengan tambahan insentif Rp50 ribu sehingga total yang diterima menjadi Rp300 ribu.
