“Kita harus terus berlatih karena masyarakat masih membutuhkan kita. Selama kita belum berhasil, proses belajar tidak boleh berhenti. Zaman terus berubah sehingga kita juga harus berubah. Di bidang kesehatan kita belum sukses karena masih ada stunting dan gizi buruk. Apa yang belum baik harus kita perbaiki bersama,” tegas Agustinus Tere.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, kader Posyandu harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional dan berkualitas.
Sementara itu, Camat Laenmanen, Ferdy Maan, menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi ibu hamil, bayi, balita, dan anak-anak. Karena itu, kader Posyandu merupakan ujung tombak pemerintah desa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Jangan melihat honornya. Menjadi kader adalah pekerjaan yang mulia karena ikut membantu pemerintah membangun desa melalui pelayanan kepada ibu dan anak,” ujar Ferdy Maan.
