“Dengan kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menjadi kontribusi positif dalam peningkatan kualitas kesehatan,” ujar Tri.
Sementara itu, Koordinator BPJS Watch, Timbul Siregar, mengatakan penyakit jantung perlu menjadi perhatian karena termasuk salah satu penyakit dengan biaya tinggi yang dijamin Program JKN.
Ia menilai upaya promotif dan preventif perlu diperkuat, termasuk melalui penerapan pola hidup sehat.
Timbul juga mendorong penerapan Value-Based Health Care dalam Program JKN agar efisiensi pembiayaan berjalan bersama peningkatan hasil kesehatan peserta.
Dengan pendekatan tersebut, penguatan layanan jantung JKN tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas rumah sakit. Rangkaian pelayanan mulai dari pengendalian faktor risiko di FKTP, proses rujukan, tindakan medis, hingga pemulihan pasien ditempatkan dalam satu kerangka yang berorientasi pada hasil.
Bagi peserta, perubahan tersebut berarti kualitas pelayanan tidak semata diukur dari seberapa banyak tindakan medis diberikan. Ukuran lainnya adalah apakah pelayanan mudah diakses, tepat, aman, memberikan hasil kesehatan yang lebih baik, dan berlangsung secara berkesinambungan.
