“Benar, minggu lalu saya banyak kegiatan di kabupaten, dan minggu ini saya sakit sampai sekarang, jadi belum bisa masuk kantor,” jelas VFS.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelayanan di kantor desa tetap berjalan seperti biasa karena sekretaris desa dan perangkat lainnya selalu siap melayani masyarakat setiap hari.
“Walaupun saya tidak masuk, kantor tetap dibuka setiap hari. Ada sekdes bersama perangkat yang melayani masyarakat,” tambahnya.
Beberapa warga berharap agar pemerintah kecamatan dan inspektorat kabupaten turut memantau kedisiplinan aparat desa agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Kehadiran kepala desa dianggap sebagai bentuk tanggung jawab publik dan moral terhadap warga yang telah memberikan kepercayaan melalui proses pemilihan.
Pemerhati pemerintahan desa di Kabupaten Malaka menilai, absensi pejabat desa tanpa koordinasi yang jelas dapat mencederai semangat reformasi birokrasi di tingkat lokal. Mereka mengingatkan pentingnya transparansi, tanggung jawab, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
