Malaka, RFC – Di tengah lanskap penegakan hukum di daerah yang kerap dicurigai masih mengandung bias kelas sosial dan power relation tidak seimbang, hadir sebuah narasi kontra arus yang menguatkan kembali kredibilitas prinsip equality before the law: seorang advokat muda dari Malaka turun langsung ke semak panas, jalan berbatu, dan rumah-rumah warga paling sederhana untuk membela mereka yang selama ini didiamkan oleh sistem.
Nama itu: Alfred Dominggus Klau, S.H., pendiri Alfred Klau Law Office & Partner. Slogannya jelas, tegas, dan subversif: Voice for The Voiceless.
Di sebuah siang terik, wilayah Kabupaten Malaka diselimuti suhu mencapai 34 derajat Celcius. Udara panas menyengat, angin kering menggulung debu. Namun, tidak satu pun hambatan fisik ini melemahkan langkah advokat muda tersebut. Ia berjalan sekitar dua kilometer menembus medan kasar dari Desa Naimana menuju Trans Kotun. Di titik itulah tinggal Mama Antoneita Maria Lopes, seorang ibu yang menjadi korban ketidakadilan akses kepastian hukum atas tanah waris sah.














