“Kami ingin keadilan. Jika di tingkat Polres belum ada titik terang, kami siap membawa kasus ini ke tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.
Kasus kematian Frans Asten sendiri hingga kini masih dikategorikan misterius, meskipun penyidik Polres Belu telah mengantongi hasil autopsi. Berdasarkan hasil autopsi yang diterima keluarga korban, almarhum meninggal akibat benturan benda tumpul, yang mengindikasikan adanya unsur kekerasan fisik.
Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan keluarga bahwa kematian Frans Asten bukan peristiwa wajar, melainkan tindak pidana yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, keluarga berharap aparat penegak hukum bekerja secara profesional, transparan, dan bebas dari intervensi apa pun.
“Kami hanya ingin kebenaran diungkap seterang-terangnya. Tidak boleh ada yang ditutupi,” tutup Silivester Nahak.
Keyword














