Example floating
Example floating
Hukum Kriminal

Kepala SDI Soe Ungkap Fakta Baru di Balik Kasus Keracunan MBG: “Makanan Datang Terlambat dan Beraroma Basi”

Avatar photo
×

Kepala SDI Soe Ungkap Fakta Baru di Balik Kasus Keracunan MBG: “Makanan Datang Terlambat dan Beraroma Basi”

Sebarkan artikel ini
Reporter: Maklon |  Editor: Redaksi
kepala-sdi-soe-ungkap-fakta-baru-di-balik-kasus-keracunan-mbg-makanan-datang-terlambat-dan-beraroma-basi
Kepala SDI Soe Ungkap Fakta Baru di Balik Kasus Keracunan MBG: “Makanan Datang Terlambat dan Beraroma Basi”

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Pihak sekolah, kata dia, langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak penyedia makanan untuk menghentikan sementara penyaluran MBG di SDI Soe hingga ada hasil evaluasi resmi.

“Untuk sementara kami minta program MBG dihentikan dulu, supaya ada waktu untuk evaluasi menyeluruh terhadap penyedia maupun sistem pendistribusian,” tegasnya. “Kami tahu ini program baik pemerintah, tapi keselamatan anak-anak lebih utama.”

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Yermia menambahkan, peristiwa ini menimbulkan trauma mendalam bagi siswa dan orang tua. Banyak orang tua yang kini merasa cemas ketika mendengar kata “MBG”. Ia berharap ada peninjauan ulang terhadap standar penyimpanan dan distribusi makanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga :  Wartawan Ditegur Saat Ambil Gambar Proyek Puskesmas Alkani, Mandor Minta Dokumentasi dari Luar Lokasi

“Orang tua pasti trauma, anak-anak juga trauma. Jadi kami berharap pemerintah daerah bersama pihak penyedia benar-benar memperhatikan aspek kebersihan dan ketepatan waktu. Kalau perlu, hentikan dulu sementara, evaluasi, baru lanjutkan setelah aman,” ujarnya.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Diproyeksikan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Hingga 2 Persen

Dari informasi yang dihimpun media ini, semua pasien korban keracunan telah dipulangkan setelah mendapat perawatan intensif di RSUD Soe. Tidak ada korban jiwa, meski jumlah korban di seluruh Kota Soe mencapai 384 orang, termasuk pelajar, guru, serta anak-anak PAUD dan TK dari berbagai sekolah.

Example floating