Agus mengatakan, pembangunan struktur penahan longsor tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu menggali fondasi.
“Dibangun dengan penggalian fondasi,” kata Agus.
Pernyataan tersebut kini berhadapan dengan kondisi struktur di lapangan yang menjadi sorotan warga.
Pertanyaan publik pun mengemuka: berapa kedalaman fondasi struktur tersebut, bagaimana spesifikasi konstruksinya, dan apakah pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan perencanaan pekerjaan?
Untuk memastikan hal tersebut, diperlukan pemeriksaan teknis secara terbuka, bukan sekadar mengandalkan tampilan struktur dari permukaan.
Tim media masih berupaya memperoleh penjelasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka serta pihak terkait mengenai spesifikasi teknis, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan revitalisasi SMPN Numponi.
Publik berhak mendapatkan kepastian mengenai kualitas pekerjaan tersebut, terlebih pembangunan revitalisasi sekolah menggunakan anggaran negara dan hasil pekerjaannya berkaitan langsung dengan keamanan siswa, guru, serta bangunan sekolah.














