Example floating
Example floating
Hukum Kriminal

WALHI NTT Bongkar Krisis Ekologi: Jangan Wariskan Kerusakan kepada Generasi Mendatang

Avatar photo
×

WALHI NTT Bongkar Krisis Ekologi: Jangan Wariskan Kerusakan kepada Generasi Mendatang

Sebarkan artikel ini
Reporter: amor |  Editor: admin
WALHI NTT Bongkar Krisis Ekologi: Jangan Wariskan Kerusakan kepada Generasi Mendatang

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Di sisi lain, tapak memiliki makna lintas generasi.

Keputusan pembangunan yang dibuat hari ini akan menentukan kualitas ruang hidup generasi yang akan datang. Generasi mendatang tidak pernah memberikan persetujuan atas pembukaan hutan, pencemaran sungai, eksploitasi sumber daya alam maupun pemberian konsesi jangka panjang, tetapi merekalah yang dapat mewarisi dampaknya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Karena itu, kebutuhan generasi sekarang tidak semestinya dipenuhi dengan mengorbankan hak generasi mendatang atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Baca Juga :  Rintik Hujan Tak Surutkan Semangat, SMAN Halioan Tebar Aksi Nyata untuk Malaka Bersih

Pertanyaannya bukan hanya apa yang dibangun hari ini, tetapi tapak seperti apa yang hendak diwariskan kepada mereka yang belum lahir.

Dari Gagasan Moral Menuju Kerangka Hukum

Baca Juga :  Agustinus Bria Seran Tegaskan: Berbuat Baik untuk Semua, Bukan Hanya Pendukung

WALHI NTT menempatkan keadilan ekologis dan keadilan antargenerasi bukan semata sebagai wacana moral, tetapi sebagai gagasan yang telah berkembang dalam kebijakan dan kerangka hukum di sejumlah negara.
Wales, misalnya, melalui Well-being of Future Generations (Wales) Act 2015, menempatkan kepentingan generasi mendatang dalam pertimbangan badan-badan publik.

Example floating