Dalam pemaparannya, Karo Ops Polda Sumut Kombes Pol Dr. Dwi Tunggal Jaladri mengungkapkan bahwa hingga 14 Juli 2026, sebanyak 125 dari total 324 SPBU di Sumatera Utara terdampak gangguan distribusi BBM.
Sebagai langkah antisipasi, Polda Sumut mengerahkan 786 personel untuk mengamankan sekaligus mengawal proses distribusi BBM agar berjalan lancar dan tepat sasaran. Selain itu, Polda Sumut juga menyiapkan 10 personel cadangan yang sewaktu-waktu dapat diperbantukan sebagai awak maupun pengemudi mobil tangki apabila dibutuhkan.
“Hasil mitigasi menunjukkan adanya keterlambatan pasokan dan berkurangnya jumlah awak mobil tangki (AMT). Karena itu kami melakukan pengawalan distribusi agar tidak terjadi keterlambatan maupun penyimpangan dalam penyaluran BBM,” ujar Dwi.
Sementara itu, Direktur Intelkam Polda Sumut Kombes Pol Ajie Indra Dwiatma menjelaskan, hasil analisis intelijen menunjukkan antrean panjang di sejumlah SPBU dipicu oleh terganggunya operasional distribusi akibat persoalan tenaga kerja.
