Hukum Kriminal

Kasus Pengeroyokan Warga Fatuoin hingga Luka Berat Didesak Ditangani Serius Polres TTU

Reporter: Amor |  Editor: Admin
Kasus Pengeroyokan Warga Fatuoin hingga Luka Berat Didesak Ditangani Serius Polres TTU

“Mereka minta sopi itu untuk diminum, tapi saya tidak kasih. Saya bilang tidak bisa karena itu untuk bapa saya di rumah. Kalau habis saya juga tidak punya uang untuk beli lagi,” tuturnya.

Penolakan tersebut diduga memicu kemarahan salah seorang terduga pelaku, yakni Yogi Neonbeni. Korban mengaku tiba-tiba dipukul dari belakang menggunakan botol kaca.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

“Tiba-tiba Yogi Neonbeni pukul saya dari belakang menggunakan botol kaca tepat di kepala,” ujar Yohanes.

Merasa terancam karena pelaku masih memegang pecahan botol, Yohanes kemudian berusaha melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Ia bahkan mendatangi salah satu rumah warga di sekitar lokasi dan meminta pertolongan.

“Saya lari sampai di depan rumah Om Vester Leu. Saya pukul-pukul pintu rumah itu minta tolong supaya bisa masuk, tetapi pintunya tidak dibuka,” ungkapnya.

Namun upaya menyelamatkan diri itu tidak berhasil. Saat hendak kembali melarikan diri, korban mengaku telah dikepung oleh enam orang pria yang kemudian melakukan pengeroyokan.

“Saya mau lari lagi, tetapi mereka sudah kerumuni saya. Mereka langsung pukul saya sampai jatuh,” katanya.

Exit mobile version