“Hingga sekarang tangan kiri saya belum bisa digerakkan. Pergelangan tangan, lengan, bahu sampai tulang di bagian belakang lengan kiri mengalami patah yang cukup parah,” ungkap Yohanes.
Menurut penuturannya, peristiwa itu bermula pada Selasa malam, 13 Januari 2026, sekitar pukul 00.00 WITA. Saat itu ia baru saja berpamitan dari rumah mertuanya di Ekavalo untuk pulang ke rumah orang tuanya di wilayah Peut’ana.
Dalam perjalanan pulang, tepat di Cabang Benkoko, ia dipanggil oleh seseorang yang dikenalnya bernama Yogi Neonbeni bersama beberapa rekannya untuk singgah sejenak. Saat itu, menurut Yohanes, mereka sedang mengonsumsi minuman keras.
“Saya dipanggil untuk mampir dulu. Waktu itu mereka sedang minum minuman keras. Saya lalu duduk bersama mereka,” katanya.
Yohanes mengaku hanya berada di lokasi tersebut dalam waktu singkat. Ketika hendak pulang, para terduga pelaku meminta sebotol sopi yang dibawanya dan digantung di sepeda motor. Minuman tersebut, kata dia, sebelumnya dibawa dari rumah mertuanya dan rencananya akan diberikan kepada ayah kandungnya untuk keperluan acara keluarga pada keesokan hari.














