Example floating
Example floating
Hukum Kriminal

Vonis Bebas Yohanes Flori Bongkar Carut-Marut Penegakan Hukum di TWA Ruteng

Avatar photo
×

Vonis Bebas Yohanes Flori Bongkar Carut-Marut Penegakan Hukum di TWA Ruteng

Sebarkan artikel ini
Reporter: Amor |  Editor: Admin
Vonis Bebas Yohanes Flori Bongkar Carut-Marut Penegakan Hukum di TWA Ruteng

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

WALHI NTT menilai, kasus ini juga mencerminkan pola lama dalam pengelolaan kawasan konservasi yang masih menempatkan hutan sebagai ruang eksklusif tanpa mempertimbangkan realitas sosial masyarakat yang telah lama hidup di dalamnya.

WALHI NTT mengingatkan, konflik di kawasan ini bukan hal baru. Pada 2004, pernah terjadi peristiwa “Rabu Berdarah” di Manggarai, yang menyebabkan warga mengalami luka berat akibat tindakan aparat saat mempertahankan kebun mereka.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

“Ini bukan satu kasus, tetapi satu pola. Kawasan ditetapkan tanpa menyelesaikan keberadaan masyarakat di dalamnya, konflik dibiarkan, namun penegakan hukum tetap berjalan,” tegas WALHI NTT.

Baca Juga :  Dugaan Suap Vonis Bebas Ronald Tannur, Kejagung Amankan Tiga Hakim

Dalam perspektif lingkungan, pendekatan represif dinilai kontraproduktif. WALHI NTT menilai pengelolaan hutan yang mengabaikan masyarakat adat justru berpotensi melemahkan upaya konservasi, sementara pengelolaan berbasis masyarakat terbukti lebih berkelanjutan.

Baca Juga :  Kepala SDI Soe Ungkap Fakta Baru di Balik Kasus Keracunan MBG: “Makanan Datang Terlambat dan Beraroma Basi”

Karena itu, WALHI NTT mendesak pemerintah untuk segera melakukan penataan ulang batas TWA Ruteng secara partisipatif, mengakui wilayah adat, serta mengedepankan pendekatan dialogis dalam penyelesaian konflik.

Example floating