“Membangun ini gampang, tetapi memelihara ini yang sulit,” tegas Bupati.
Karena itu, Bupati memerintahkan Camat Malaka Tengah, Kepala Desa Kateri dan Kepala Desa Kakaniuk untuk memastikan jembatan tersebut dijaga dan dirawat secara berkelanjutan.
Bupati meminta disiapkan empat orang penjaga, masing-masing dua orang di sisi Nunbei dan dua orang di sisi Kakaniuk, dengan diberikan insentif sebagai bentuk penghargaan atas tanggung jawab menjaga fasilitas tersebut.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar menaati aturan penggunaan jembatan. Kendaraan roda tiga dan kendaraan yang lebih besar tidak diperbolehkan melintas, sementara kendaraan roda dua masih diperkenankan menggunakan jembatan.
Pesan itu sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam: pembangunan harus dijaga bersama agar tidak berhenti sebagai cerita indah pada hari peresmian.
Kini, sebuah jembatan berdiri kokoh.
Anak-anak dapat melintas menuju sekolah. Masyarakat dapat membawa hasil kebun. Aktivitas sosial dan ekonomi menjadi lebih mudah. Dan yang paling penting, masyarakat tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan ketika hendak menyeberangi kali saat air meluap.














