Kebijakan tersebut menjadi penting karena ekonomi membutuhkan likuiditas yang cukup untuk membiayai konsumsi, investasi, produksi, dan perdagangan.
Perbankan Masih Kuat
Dorongan terhadap kredit juga ditopang kondisi perbankan yang relatif solid.
Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio perbankan pada Juni 2026 mencapai 23,70 persen.
Sementara rasio kredit bermasalah atau NPL tercatat 2,09 persen secara bruto dan 0,82 persen secara neto.
Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga berada di level 23,10 persen pada Juli.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ekspansi kredit berlangsung dengan bantalan permodalan dan likuiditas yang masih kuat.
Ekonomi Digital Terus Menanjak
Mesin pertumbuhan lainnya datang dari sistem pembayaran digital.
Volume transaksi pembayaran digital pada Juli 2026 mencapai 5,50 miliar transaksi, tumbuh 28,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Transaksi QRIS bahkan tumbuh 82,42 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan pembayaran sekaligus membuka ruang ekonomi digital yang semakin besar bagi pelaku usaha.














