Example floating
Example floating
Ekonomi

BI Tahan BI-Rate 5,75 Persen, Kredit Tumbuh 13,58 Persen Jadi Mesin Ekonomi

Avatar photo
×

BI Tahan BI-Rate 5,75 Persen, Kredit Tumbuh 13,58 Persen Jadi Mesin Ekonomi

Sebarkan artikel ini
bi-tahan-bi-rate-575-persen-kredit-tumbuh-1358-persen-jadi-mesin-ekonomi
BI Tahan BI-Rate 5,75 Persen, Kredit Tumbuh 13,58 Persen Jadi Mesin Ekonomi

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Insentif Likuiditas Diperbesar

Bank Indonesia terus menggunakan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebagai instrumen untuk mendorong bank menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM yang diperoleh perbankan mencapai Rp446,5 triliun.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Diproyeksikan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Hingga 2 Persen

Dari jumlah tersebut, alokasi financing channel mencapai Rp368,4 triliun, interest rate channel Rp73,2 triliun, dan financing to funding channel Rp4,9 triliun.

Kebijakan ini memperlihatkan bahwa suku bunga acuan bukan satu-satunya instrumen yang digunakan BI untuk memengaruhi perekonomian.

Bank sentral juga berusaha memastikan likuiditas tersedia dan dapat mengalir ke sektor produktif.

Baca Juga :  Memprihatinkan! Rumah Mama Maria Tampani di Tafuli Tak Layak Huni

Likuiditas Dijaga

Uang primer atau M0 pada Juli 2026 tumbuh 18,3 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut terutama dipengaruhi giro bank umum di Bank Indonesia yang tumbuh 22,4 persen dan uang kartal yang tumbuh 15,1 persen.

Baca Juga :  Kepala BPS NTT, Matamira Kale Menyebut Agustus 2024: Penerbangan Udara NTT Capai 3.557, Hotel Bintang 53,79% Terisi

Sementara itu, uang beredar luas atau M2 pada Juni 2026 tumbuh 8,7 persen secara tahunan.

Bank Indonesia menyatakan pengelolaan likuiditas akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Example floating