Meski demikian, keberhasilan proyek irigasi tidak berhenti pada tahap pembangunan. Tantangan sesungguhnya terletak pada pemeliharaan dan pengelolaan.
Tanpa sistem perawatan yang baik, saluran irigasi berisiko mengalami sedimentasi, kerusakan konstruksi, atau konflik distribusi air antarpetani.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelompok tani menjadi kunci. Pembentukan kelompok pemelihara irigasi, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan, serta transparansi pengelolaan anggaran akan menentukan sejauh mana manfaat irigasi ini dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Pembangunan saluran irigasi 850 meter di Desa Fatoin menunjukkan bahwa pembangunan yang berpihak pada desa tidak harus selalu berskala besar. Infrastruktur yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat, justru mampu menghadirkan dampak signifikan.
Ketika air mengalir ke sawah-sawah petani, harapan pun ikut mengalir—harapan akan panen yang lebih baik, ekonomi keluarga yang lebih stabil, dan masa depan desa yang lebih sejahtera.














