Di antaranya pembangunan jalan hotmix dari kawasan Tunas Mekar menuju Gereja GMIT Ebenhaezer, kemudian dilanjutkan menuju terminal lama yang dahulu menjadi lokasi pasar mingguan. Ruas jalan tersebut diprioritaskan karena akan menjadi akses menuju Kantor Kejaksaan yang akan dibangun setelah Pemerintah Kabupaten Malaka menyerahkan lahan kepada pihak Kejaksaan.
Selain itu, ruas jalan menuju Gereja Kamanasa yang sebelumnya telah dibangun juga akan diperpanjang sekitar 300 meter guna semakin meningkatkan aksesibilitas masyarakat.
Lorens mengatakan seluruh pekerjaan tersebut merupakan bagian dari penataan wajah Kota Betun yang telah dirancang secara bertahap dan berkelanjutan.
Dalam setiap penyusunan perencanaan, tim teknis Dinas PUPR terlebih dahulu melakukan survei dan pengukuran langsung di lapangan. Pengukuran dilakukan terhadap kondisi badan jalan, kontur wilayah, arah aliran air, serta kebutuhan infrastruktur di setiap lokasi. Data tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan desain teknis sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.














