“Pemerintah memiliki tahapan yang harus dilalui. Dimulai dari perencanaan, penyusunan dokumen, proses pengadaan, hingga pekerjaan fisik. Saat ini kontraknya sudah berjalan sehingga pekerjaan segera dilaksanakan di lapangan,” jelasnya.
Lorens mengakui kemampuan fiskal daerah masih terbatas sehingga pembangunan dilakukan secara bertahap. Namun, seluruh jaringan drainase telah dirancang dalam satu perencanaan besar sehingga setiap tahun tinggal dilanjutkan sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Kita sudah membuat perencanaan secara menyeluruh. Yang kita pikirkan bukan hanya membangun saluran, tetapi bagaimana air mengalir dari titik awal menuju saluran penampung hingga ke tempat pembuangan akhirnya. Jadi seluruh jaringan saling terhubung sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Untuk tahap awal, pembangunan drainase akan dikerjakan sepanjang kurang lebih 1.000 meter, dimulai dari kawasan Matador hingga belakang Pasar Betun.
Selain pembangunan drainase, Dinas PUPR juga tengah mempersiapkan sejumlah proyek peningkatan jalan di kawasan perkotaan yang saat ini masih berada pada tahap perencanaan sebelum memasuki proses pelelangan.














