Menurutnya, langkah tersebut bukan semata-mata untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk perjuangan masyarakat agar fasilitas air bersih yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan.
“Komitmen kami, air yang sudah dikerjakan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kalau penegasan ini tidak ditindaklanjuti, maka kami akan beralih ke jalur yang lebih efektif, yaitu pengaduan masyarakat kepada legislatif,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah terkait tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Apalagi masyarakat sudah menunggu cukup lama sejak pekerjaan air bersih tersebut dilakukan.
Masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai kendala yang menyebabkan fasilitas air bersih tersebut belum dapat didistribusikan.
Jika masih terdapat persoalan teknis, administrasi, jaringan perpipaan, sumber air, maupun kendala lainnya, masyarakat meminta agar pemerintah menyampaikannya secara terbuka sehingga tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.














