Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah ruas jalan dipenuhi retakan, lubang besar, dan material longsor yang menutupi badan jalan. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan sering memicu kecelakaan lalu lintas.
“Banyak titik jalan yang rawan longsor dan berlubang cukup dalam. Kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati karena risiko kecelakaan sangat tinggi, terutama saat hujan turun,” katanya.
Kristina menilai DPRD TTU sebagai lembaga pengawas dan pemerintah daerah belum menunjukkan langkah cepat dan serius dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji dan kegiatan ceremonial.
“Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah daerah dan DPRD TTU yang terkesan lamban dalam menangani persoalan jalan rusak ini. Jangan hanya hadir saat kampanye atau kegiatan formal saja, tetapi masyarakat membutuhkan bukti nyata berupa pembangunan dan jaminan keselamatan akses jalan,” tegasnya.














