“Memang pengerjaan sudah selesai, tapi sampai sekarang belum ada serah terima. Jadi masyarakat masih ambil air di tempat yang sebelumnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa terdapat bak penampungan air yang dibangun dalam proyek tersebut, namun hingga kini belum berfungsi sebagaimana mestinya.
Hal ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga yang sudah lama menantikan kemudahan akses air bersih.
“Menurut kami, bak penampungan itu seperti dibangun, tapi airnya tidak berfungsi. Jadi belum ada manfaat yang dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Adapun enam dusun yang menjadi penerima manfaat dari proyek air bersih tersebut antara lain:
1. Dusun Manulai
2. Dusun Arekama
3. Dusun Webora
4. Dusun Bruatoas
5. Dusun Tintua
6. Dusun Tintua B
Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR, segera memberikan penjelasan resmi terkait keterlambatan serah terima tersebut. Selain itu, masyarakat juga meminta agar fasilitas yang telah dibangun dapat segera difungsikan dengan baik sehingga benar-benar menjawab kebutuhan dasar masyarakat.














