Example floating
Example floating
Berita

Jangan Tunggu Nyawa Melayang: Tragedi Jembatan Bambu Tampar Nurani Pemerintah Belu

Avatar photo
×

Jangan Tunggu Nyawa Melayang: Tragedi Jembatan Bambu Tampar Nurani Pemerintah Belu

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Jangan Tunggu Nyawa Melayang: Tragedi Jembatan Bambu Tampar Nurani Pemerintah Belu
Jangan Tunggu Nyawa Melayang: Tragedi Jembatan Bambu Tampar Nurani Pemerintah Belu

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

“Apakah harus menunggu korban jiwa terlebih dahulu baru ada tindakan nyata? Jangan sampai pemerintah hanya hadir setelah kejadian, tampil seolah menjadi pahlawan kesiangan, padahal akar persoalan adalah kelalaian itu sendiri,” lanjutnya.

Melfridus juga mengkritik alasan klasik yang kerap disampaikan pemerintah terkait kendala cuaca dalam pembangunan infrastruktur. Menurutnya, dalih tersebut tidak lagi relevan ketika keselamatan masyarakat menjadi taruhannya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

“Cuaca tidak bisa terus dijadikan kambing hitam. Yang patut dipertanyakan adalah keseriusan dan komitmen pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Keluarga Hendrika Felsi Hoar Fahik Minta Polresta Kupang Ungkap Kasus Kematian Cristin Secara Terang Benderang, Siap Tuntut Pemulihan Nama Baik Jika Tak Terbukti Terlibat

Lebih lanjut, ia menyebut jembatan bambu yang dibangun oleh masyarakat sebagai simbol kepedulian rakyat terhadap diri mereka sendiri, namun sekaligus menjadi cerminan kegagalan pemerintah dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Baca Juga :  Dansatgas Pamtas Cup 2026 Jadi Kado HUT ke-64 Yonarmed 12 Kostrad untuk Masyarakat Perbatasan

“Jika hari ini baru satu korban yang jatuh, siapa yang bisa menjamin ke depan tidak ada korban jiwa? Infrastruktur bukan sekadar proyek, tetapi menyangkut keselamatan dan hak hidup warga,” tambahnya.

Example floating