Operasi Satgas di Raihat Diduga Brutal, Warga Babak Belur dan Nenek Ditodong Pistol
BELU, RFC – Dugaan tindakan kekerasan oleh anggota Satuan Tugas (Satgas) terhadap warga di wilayah perbatasan Republik Indonesia–Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) menuai sorotan. Dua warga dilaporkan babak belur setelah diduga dipukul saat operasi penertiban barang ilegal yang dilakukan Satgas.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 00.30 WITA (15/03/2026) di wilayah Besarin Lo’o Sekutren, Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu
Informasi yang diperoleh Reformanews.com menyebutkan, insiden tersebut bermula ketika Satgas melakukan operasi terhadap aktivitas penyelundupan barang ilegal di wilayah perbatasan.
Dalam operasi itu, aparat mencurigai sejumlah warga yang diduga membawa barang dari wilayah RDTL ke Indonesia.
Menurut keterangan keluarga korban, kedua warga tersebut sempat ditangkap ketika sedang memikul dua bal pakaian bekas atau balpres.
Setelah itu, Satgas juga melakukan penggeledahan di rumah warga dan menemukan sekitar 13 bal barang serupa.














