Guru, Penjaga Budaya, dan Teladan Hidup: Selamat Jalan Gerardus Tabati
Kupang, Reformanews.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar atas berpulangnya almarhum Gerardus Tabati, sosok guru, kepala keluarga, sekaligus penjaga budaya yang telah mengabdikan hidupnya bagi pendidikan dan warisan leluhur. Ia menghembuskan napas terakhir pada Rabu, 17 Maret 2026 pukul 13.18 WITA, meninggalkan jejak kehidupan yang penuh makna dan keteladanan.
Gerardus Tabati lahir di Haubesi pada 2 Mei 1943 dari pasangan Yakobus Tae dan Wilhelmina Bano. Sebagai anak kedua dari 12 bersaudara, ia tumbuh dalam kesederhanaan yang menanamkan nilai kasih, kerja keras, dan persaudaraan yang kuat.
Dalam perjalanan hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang penuh cinta dan tanggung jawab terhadap keluarga. Bersama istri pertamanya, almarhumah Emersiana Rika, ia membangun rumah tangga yang harmonis dan dikaruniai seorang anak, Wendelinus Taman Tabati, serta cucu-cucu yang dicintainya. Ia juga dengan tulus menerima anak-anak angkat sebagai bagian dari keluarga.














