Pada gerhana Matahari cincin 2 Oktober 2024, Bulan akan berada di posisi apogee, atau jarak terjauh dari Bumi. Posisi apogee ini terjadi hanya 50 menit setelah puncak gerhana. Jarak antara Bulan dan Bumi saat gerhana diperkirakan mencapai 398.400 kilometer, yang lebih jauh dibandingkan dengan jarak rata-ratanya, yaitu 376.300 kilometer.
“Seperti gerhana Matahari pada umumnya, gerhana ini berlangsung dari Matahari terbit hingga terbenam,” jelas Marufin. Di Samudra Pasifik bagian tengah, seperti di Kepulauan Kiribati, gerhana akan terjadi saat Matahari terbit, sedangkan di Rio de Janeiro, Brasil, dan Antartika, gerhana akan terjadi saat Matahari terbenam.
Wilayah gerhana Matahari cincin terbagi menjadi dua zona, yaitu zona antumbra dan zona penumbra. Zona antumbra adalah wilayah yang dapat menyaksikan puncak gerhana atau annularitas, di mana cincin api terlihat secara sempurna.
Wilayah ini berbentuk pita sempit dengan lebar maksimum 266 kilometer, melintasi Provinsi Aysen di Chile dan Provinsi Santa Cruz di Argentina.
Sementara itu, zona penumbra adalah wilayah yang hanya dapat menyaksikan gerhana Matahari sebagian. Gerhana Matahari cincin ini akan mencapai titik maksimum di tengah Samudra Pasifik dengan durasi annularitas selama 7 menit 25 detik.








