“Kita harus merencanakan, membangun, dan mendidik generasi muda kita supaya ketika mereka dewasa nanti, mereka bisa menjadi bagian dari perjuangan untuk memastikan NKRI tetap utuh dan damai,” tambahnya.
Workshop ini melibatkan para guru mata pelajaran dari SMAN 5 Kupang yang turut berdiskusi mengenai cara-cara konkret untuk mengimplementasikan nilai-nilai keberagaman di sekolah.
Salah satu guru, Mateo, mengusulkan pembentukan sanggar seni keberagaman di sekolah sebagai wadah bagi siswa untuk mengkampanyekan toleransi melalui seni.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di NTT dan seluruh Indonesia untuk lebih serius dalam mengajarkan dan menghidupi nilai-nilai keberagaman demi masa depan yang harmonis dan damai.














