Ia menyampaikan, kondisi mahasiswa kini telah membaik dan sudah diperbolehkan kembali ke rumah untuk menjalani proses pemulihan bersama keluarga.
“Saat ini yang bersangkutan sudah pulih dan berada di rumah. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar proses pemulihannya berjalan baik sehingga ia dapat melanjutkan proses akademiknya, menyelesaikan tugas akhirnya, dan meraih cita-citanya,” kata Prof. Philiphi.
Menurutnya, perhatian Undana tidak hanya tertuju pada penyelesaian polemik yang berkembang di media sosial, tetapi juga memastikan mahasiswa tetap memperoleh pendampingan yang dibutuhkan agar mampu kembali menjalani kehidupan akademik secara normal.
Selain memberikan perhatian kepada mahasiswa, Undana juga melakukan pendampingan terhadap dosen yang turut menjadi sorotan dalam kasus tersebut.
“Kami sudah mengunjungi mahasiswa di rumah sakit, begitu juga kami memberikan perhatian kepada dosen penguji. Baik mahasiswa maupun dosen sama-sama membutuhkan pendampingan, terutama secara psikologis,” jelasnya.














