Reformanews.Com, Kupang – Di Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Nusa Cendana Internasional Plus School (NCIPS) Kupang, ujian praktek seni budaya bukan sekadar sebuah kegiatan akademik, tetapi juga sarana untuk melatih kreativitas, kekompakan, dan kemandirian siswa.
Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMAS NCIPS, Imelda Reli Agat, S.Pd., Gr., kepada wartawan media ini di ruang kerjanya usai membuka kegiatan praktek seni budaya, Rabu (11/12).
Imelda menekankan bahwa ujian praktek seni budaya, khususnya tari kreasi, membawa dampak positif yang besar bagi perkembangan siswa.
“Ujian praktek seni budaya di sekolah kami melibatkan siswa untuk menciptakan tari kreasi mereka sendiri. Ini bukan hanya soal penampilan, tetapi lebih dari itu, ini adalah proses yang melibatkan kreativitas, kekompakan, dan kemandirian mereka,” kata Imelda saat diwawancarai.
Menggali Potensi Siswa Melalui Kreativitas
Salah satu hal yang membuat ujian praktek seni budaya di SMAS NCIPS unik adalah bahwa siswa diberi kebebasan untuk menciptakan gerakan tari kreasi mereka sendiri. Tidak ada bimbingan langsung dari guru mengenai bentuk atau gerakan tari yang harus mereka tampilkan. Meskipun demikian, hasil yang ditunjukkan oleh para siswa tak kalah menarik dengan karya yang dibimbing oleh guru.














