Dua kalimat sederhana itu seolah menjadi cerminan perjalanan hidup mereka. Ada air mata, ada perjuangan, tetapi tidak pernah ada kata menyerah. Ada keterbatasan, tetapi selalu ada keyakinan bahwa kesempatan akan datang bagi mereka yang terus berusaha.
Di tengah 609 lulusan yang diwisuda Universitas Timor tahun ini, kisah Maria Jenita Olin dan Maria Viola Ivani Hale menjadi pengingat bahwa keberhasilan bukan hanya milik mereka yang hidup berkecukupan. Dari kebun yang sederhana dan dari hasil berjualan ikan di pasar, lahir dua sarjana yang membawa harum nama keluarga dan daerah.
Hari ini, yang diwisuda bukan hanya dua orang anak. Hari ini, yang sesungguhnya ikut berdiri di atas panggung kehormatan adalah dua orang tua sederhana yang selama bertahun-tahun menukar lelah di kebun dan pasar dengan harapan. Sebab di balik setiap toga yang dikenakan seorang anak, selalu ada peluh seorang ayah dan doa tanpa henti dari seorang ibu.














