Razia yang Menjadi Formalitas: Ketika Hukum Kehilangan Arah dan Rakyat Kehilangan Kepercayaan
Oleh: Ferdinandus klau seran
Alias Bob Ketua LMND Tangerang Selatan
BELU, RFC — Penegakan hukum adalah fondasi utama dalam menjaga ketertiban dan keadilan di tengah masyarakat. Ia seharusnya hadir sebagai alat yang netral, tidak memihak, dan berdiri tegak di atas semua golongan. Namun dalam praktiknya, tidak jarang hukum justru menampilkan wajah yang berbeda—wajah yang tajam kepada yang lemah, tetapi tumpul terhadap yang kuat.
Fenomena inilah yang kembali mencuat dalam polemik razia minuman keras yang dilakukan aparat di berbagai daerah, termasuk yang menuai kritik keras dari LMND Tangerang Selatan terhadap kebijakan Polres Malaka.
Kritik ini bukan sekadar reaksi emosional atau bentuk perlawanan tanpa dasar. Ini adalah cerminan kegelisahan publik terhadap arah penegakan hukum yang dinilai semakin menjauh dari rasa keadilan. Sebab, yang dipersoalkan bukanlah keberadaan razia itu sendiri, melainkan cara dan sasaran dari pelaksanaannya.
