Opini

Penjilat, Kutu Loncat, dan Demam Kekuasaan yang Tak Kunjung Sembuh

Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Penjilat, Kutu Loncat, dan Demam Kekuasaan yang Tak Kunjung Sembuh
Penjilat, Kutu Loncat, dan Demam Kekuasaan yang Tak Kunjung Sembuh

Penjilat adalah tipe yang paling mudah dikenali dalam lanskap politik. Mereka hadir dengan narasi pujian yang berlebihan, sering kali melampaui batas kewajaran. Dalam situasi di mana pemimpin lama masih berkuasa, mereka menjadi pihak yang paling vokal dalam memberikan dukungan. Kebijakan pemerintah dipersepsikan selalu benar, keputusan dianggap tidak pernah keliru, dan kritik diposisikan sebagai ancaman terhadap stabilitas.

Dalam kondisi seperti ini, ruang demokrasi yang sehat menjadi menyempit. Kritik yang seharusnya menjadi bagian penting dari mekanisme kontrol justru terpinggirkan. Narasi yang berkembang cenderung satu arah, dan kebenaran menjadi relatif karena disesuaikan dengan kepentingan kekuasaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Namun, yang paling mencolok dari perilaku penjilat adalah perubahan sikap yang sangat cepat ketika terjadi pergantian kekuasaan. Ketika pemimpin baru mulai mengambil peran, arah dukungan pun bergeser secara drastis. Tanpa beban moral, mereka beralih memberikan pujian kepada figur yang baru, dengan intensitas yang sama, bahkan lebih tinggi.

Exit mobile version