Nasional

Malam Tanpa Gemerlap, Doa yang Menjadi Ujian Kehadiran Negara

Reporter: Ayu |  Editor: Redaksi
malam-tanpa-gemerlap-doa-yang-menjadi-ujian-kehadiran-negara
Malam Tanpa Gemerlap, Doa yang Menjadi Ujian Kehadiran Negara

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengajak masyarakat untuk terus menggantungkan harapan kepada Tuhan, tanpa menutup mata terhadap realitas kesulitan yang mereka hadapi.

“Kita tentunya berdoa terus bahwa Yang Maha Kuasa akan memberi yang terbaik untuk kita. Kita menghadapi kesulitan, kita menghadapi musibah, kita menghadapi tantangan. Tapi kita harus terus semangat, ikhlas, kita harus terus kuat, tegar jiwa kita,” ujar Presiden.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Ucapan itu tidak disampaikan dalam nada heroik, melainkan reflektif. Presiden tidak menafikan penderitaan, tidak pula menjanjikan solusi instan. Ia justru menempatkan doa dan keteguhan batin sebagai bagian dari proses pemulihan, sejajar dengan kerja-kerja fisik dan kebijakan negara.

Kepala Negara kemudian menyampaikan ucapan Tahun Baru dengan kalimat yang singkat, namun sarat makna.

“Selamat Tahun Baru, Tahun 2026, semoga Yang Maha Kuasa selalu memberi yang terbaik kepada kita semua,” ucap Presiden.

Bagi warga yang hadir, doa bersama di malam pergantian tahun itu menjadi pengalaman yang berbeda. Tidak ada letupan kembang api, tetapi ada rasa didampingi. Tidak ada pesta, tetapi ada pengakuan atas luka dan harapan mereka. Kehadiran Presiden—yang memilih berdoa bersama ketimbang berpesta—memberi ketenangan psikologis bahwa penderitaan mereka tidak sepenuhnya sunyi dari perhatian negara.

Exit mobile version