“Penanaman dilakukan di lahan lokasi sekolah untuk mempersiapkan lingkungan sekolah yang hijau,” kata Herman Yosep sambil menambahkan aksi tanam pohon sebagai gerakan ekoteologi yang menutup rangkaian kegiatan peringatan HUT Kantor Kemenag Malaka ke-10 dan mengawali peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-81 Kemenag RI.
Sementara itu dalam siaran pers Kantor Kemenag Malaka, pekan lalu, Kasubbag Tata Usaha, James Julius Umbu Tobu menegaskan momentum satu dekade Kemenag Malaka diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak nyata melalui penguatan moderasi beragama dan ekoteologi.
Aksi penanaman pohon, penghijauan, dan pengurangan sampah, Kemenag Malaka mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih hijau sekaligus memperkuat tanggung jawab generasi muda dalam merawat lingkungan di Rai (red, tanah) Malaka.
Ketua Panitia HUT ke-10 Kemenag Malaka, Jemianus Bouk Metom, mengatakan gerakan ekoteologi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurutnya, penanaman pohon menjadi salah satu bentuk tanggung jawab moral dan iman dalam merawat alam sekaligus menanamkan kesadaran dan tanggung jawab warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan pendidikan yang hijau dan menyenangkan.














