Dari Carnaval untuk Melindungi Mata Pencaharian
Edukasi pencegahan ASF tersebut merupakan bagian dari upaya bersama yang melibatkan Kementerian PPN/Bappenas, Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Australian Government, dan PRISMA.
Pesan yang dibawa cukup sederhana: pencegahan ASF tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas kesehatan hewan. Peternak dan masyarakat juga memiliki peran penting.
Kampanye kesadaran tersebut turut diperkuat melalui #STOPVirusASF dan #NTTBebasASF, sebagai ajakan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan ikut mencegah penyebaran ASF.
Carnaval Malaka boleh berakhir ketika musik berhenti dan peserta kembali ke tempat masing-masing.
Namun, alarm ASF tidak boleh ikut padam.
Sebab, di balik seekor babi yang sehat, ada aset keluarga, ada sumber penghidupan, dan ada harapan yang harus dijaga.
Kenali ASF. Cegah penularannya. Jaga ternak. Lindungi ekonomi keluarga.
Karena ternak sehat, keluarga kuat.














