Menurut Bayu, keputusan pembubaran tersebut menunjukkan adanya kekeliruan mendasar dalam memahami perbedaan antara judi dan olahraga berbasis keterampilan.
“Yang dibubarkan itu bukan judi liar. Itu turnamen resmi PORDI. Domino di sini diposisikan sebagai olahraga asah otak, hiburan rakyat, dan wadah pencarian bakat,” ujar Bayu, Jumat (26/12/2025).
PORDI dan Legitimasi Resmi
PORDI, Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia merupakan organisasi yang secara struktural telah terbentuk dari tingkat pusat (PB PORDI) hingga daerah. Tujuan pendiriannya jelas: membina domino sebagai olahraga prestasi berbasis strategi, konsentrasi, dan kecakapan berpikir, bukan keberuntungan.
Lebih jauh, Bayu menegaskan bahwa PORDI telah mengantongi legitimasi penting. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memberikan pandangan bahwa domino yang dimainkan di bawah naungan PORDI dan sesuai aturan kompetisi dinyatakan halal.
Selain itu, PORDI juga sedang dalam proses pengesahan resmi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta diarahkan masuk dalam pembinaan KONI.
