WALHI NTT Bongkar Krisis Ekologi: Jangan Wariskan Kerusakan kepada Generasi Mendatang
Kupang, ReformaNews.com — Krisis ekologis yang semakin nyata di berbagai wilayah menjadi alarm bagi negara, dunia usaha dan masyarakat untuk meninjau kembali arah pembangunan yang selama ini menempatkan alam terutama sebagai sumber daya ekonomi.
Perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, kerusakan hutan dan ekosistem gambut, pencemaran, kekeringan, banjir, longsor hingga kebakaran hutan dan lahan menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak lagi dapat dipandang sebagai masalah sektoral semata.
Dalam momentum satu tahun Hari Keadilan Ekologis Nasional, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTT mengangkat tema “Dari Tapak untuk Keadilan Antargenerasi: Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi.”
WALHI NTT menilai pembangunan yang berbasis eksploitasi alam secara masif dapat melahirkan kerusakan ekologis sekaligus mengancam keberlangsungan hidup masyarakat dan ekosistem.
Kebijakan pembangunan yang sentralistik, eksploitatif dan minim partisipasi masyarakat juga dinilai berpotensi mempersempit ruang hidup rakyat, memunculkan konflik sosial serta menghadirkan intimidasi dan kriminalisasi terhadap masyarakat yang mempertahankan tanah dan wilayah kelolanya.
