Ketum Umum PWDPI Kecam Hotman Paris: Wartawan Bukan Objek Cemoohan
JAKARTA, ReformaNews.com – Sebuah ucapan mungkin hanya terlontar dalam hitungan detik, namun dampaknya dapat mengguncang kehormatan sebuah profesi. Ketika wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik mendapat respons berupa kalimat “tidak ada otak”, polemik pun tak terelakkan. Bagi kalangan pers, persoalan ini bukan lagi sekadar soal emosi sesaat, melainkan menyangkut penghormatan terhadap profesi yang menjadi salah satu pilar demokrasi.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yang menyebut pihak yang bertanya kepadanya sebagai “tidak ada otak” saat menjawab pertanyaan wartawan.
Menurut M. Nurullah RS, ucapan tersebut merupakan bentuk komunikasi yang tidak beretika dan secara terang-terangan merendahkan kehormatan profesi wartawan yang sedang menjalankan amanat jurnalistik.
“Wartawan adalah garda kebenaran, bukan objek cemoohan. Kami tegaskan dengan tegas, kalimat ‘tidak ada otak’ yang diarahkan kepada insan pers yang sedang menjalankan tugas mencari informasi merupakan penghinaan terhadap profesi wartawan. Wartawan bertanya adalah hak sesuai amanat UU Pers untuk kepentingan publik. Menjawab dengan cemoohan seperti itu justru menunjukkan siapa yang sesungguhnya tidak menghargai etika komunikasi dan profesi orang lain,” tegas M. Nurullah RS, Minggu (19/7/2026).
