Korban mengaku dikeroyok enam orang pria setelah menolak memberikan sebotol sopi yang hendak dibawanya untuk keperluan keluarga. Akibat kejadian itu, ia mengalami patah tulang dan cedera serius di kepala hingga harus menjalani operasi di RS Ben Mboi Kupang.
TTU, Reformanews.com – Seorang warga Desa Fatuoin, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, diduga menjadi korban pengeroyokan brutal yang dilakukan oleh enam orang pria di wilayah Ekavalo, Desa Oinbit, Kecamatan Insana, pada Rabu dini hari, 14 Januari 2026.
Korban bernama Yohanes Naiheli (30) mengalami luka berat berupa patah tulang di sejumlah bagian tubuh serta cedera serius di kepala akibat benturan benda keras. Kondisinya yang kritis membuat ia harus dirujuk hingga ke Rumah Sakit Ben Mboi Kupang untuk menjalani tindakan operasi.
Saat ditemui media ini di kediamannya di Desa Fatuoin, Yohanes menuturkan bahwa kondisinya kini mulai membaik. Namun, ia mengaku belum pulih sepenuhnya karena tangan kirinya masih belum dapat digerakkan secara normal.
